Arus Balik, Begini Langkah Awal Antisipasi Kondisi Darurat di Jalan Tol


Tidak melulu saat arus mudik lebaran, ketika balik dari dusun halaman, pengendara mesti mempersiapkan kendaraannya. Pasalnya, situasi lalu lintas ketika kembali ke perantauan, pun sama halnya dengan ketika berangkat, yakni macet dan pastinya menghabiskan tenaga.

Arus mudik atau balik lebaran tahun ini, pengendara memang sudah dapat melewati tol Trans Jawa. Jalan bebas hambatan ini, sudah dapat menghubungkan antara Jakarta sampai Surabaya, dan pun sebaliknya.

Namun, masih tidak sedikit jalur tol fungsional, yang memang pengerjaannya belum selesai, dan untuk situasi keselamatannya masih belum maksimal.

Bukan tidak mungkin, ketika melintas di tol, mobil yang dikendaraimerasakan masalah. Misal ban bocor atau mesin overheat sampai mogok.Bagi itu, tak terdapat salahnya kita memperhatikan sejumlah halketika kondisi terpaksa terjadi di jalan tol.

Melansir tips dan trik dari laman Astraworld, berikut urusan yang mestisaya dan anda lakukan saat kondisi terpaksa di tol terjadi:

1. Tenang

Kepanikan justru dapat mempersulit diri menanggulangi masalah.

2. Nyalakan Lampu Hazard

Tambahkan lampu kecil andai kejadiannya pada malam hari. Tujuannya ialah agar lebih tampak oleh pengendara lain, sampai-sampai mobil yang melintas bisa mengetaui bahwa terdapat mobil yang sedang dalam kondisiterpaksa dan berhenti di pinggir jalan.

Lampu hazard pun dapat tampak dari kejauhan sampai-sampai mobil yang melintas lebih berhati-hati dan pengemudi memposisikan mobil lebih ke kanan.

3. Utamakan Keselamatan

Pinggirkan mobil ke bahu jalan tol. Posisikan roda kiri lebih terbit dari bahu jalan, sampai menapak di rumput. Tujuannya ialah untuk menghindari terserempet oleh pengendara beda yang sedang memakai jalur sangat kiri di samping bahu jalan.

4. Pasang Segitiga Pengaman

Alat ini menginformasikan untuk pengendara beda bahwa terdapat kendaraan sedang bermasalah. Segitiga pengaman dipasang lebih dari 10 meter di belakang mobil. Di samping itu, posisikan lebih terbit 30-50 sentimeter, andai ditarik garis lurus dari bodi terluar mobil sisi kanansehaluan dengan perlintasan mobil lain.

Namun, andai jalan tol sedang macet atau padat merayap, jarak segitiga pengaman dapat dikurangi menjadi 5 meter.

5. Keluarkan Penumpang dari Mobil

Tujuannya guna menghindari cedera andai terjadi tabrak belakang oleh pengendara. Usahakan tidak terdapat satu orang juga yang sedang di dalam mobil, menilik risikonya yang lumayan parah andai terjadi tabrak belakang.

6. Hubungi Pengelola Jalan Tol

Andai masalah tidak dapat diatasi sendiri, segera hubungi pengelola jalan tol. Jika sedang di jalan tol Jasa Marga, Anda bisa menghubungi hotline 14080 guna meminta pertolongan penderekan ke pintu terbit tol yang terdekat.

Arus Balik, Begini Langkah Awal Antisipasi Kondisi Darurat di Jalan Tol