Bagaimana Hormon Oksitosin Mempengaruhi Hubungan Asmara


Saat hormon oksitosin di produksi, jadi ini akan merubah tingkah laku kognitif serta emosional Anda. Umumnya, waktu oksitosin ini muncul, Anda akan terasa santai, emosi lebih konstan, serta perasaan kuatir menyusut. Satu riset dalam jurnal Psychopharmacology bahkan juga temukan jika oksitosin bisa memunculkan sikap yakin, hangat, serta ramah pada suatu jalinan. 

Diluar itu, oksitosin ialah elemen kimiawi otak yang membuat Anda bisa menyesuaikan dalam kondisi yang emosional. Contohnya saat Anda beraktivitas seksual dengan pasangan. Hormon yang di produksi oleh kelenjar pituitari ini akan tingkatkan rangsangan seksual serta membuat Anda terasa lebih dekat dengan pasangan waktu melakukan hubungan intim. 

Uniknya, riset semacam pada tahun 2013 tunjukkan jika oksitosin bisa tingkatkan kesetiaan lelaki pada pasangannya. Hormon cinta ini tingkatkan aktivasi skema umpan-balik positif pada otak. Dampaknya, persepsi positif lelaki pada tampilan pasangannya semakin bertambah hingga dia berasumsi jika pasangannya lebih menarik dibanding wanita lainnya. 

Lewat bermacam dampaknya, oksitosin menolong membuat ikatan emosional yang kuat pada Anda serta pasangan. Emosi positif yang muncul ikut menguatkan ikatan itu serta membuat koneksi jangka-panjang. Berikut satu diantara fakta kenapa pasangan yang sudah habiskan waktu bersama dengan sepanjang sekian tahun dapat terus abadi meskipun tidak rasakan luapan cinta seperti pertama kali berjumpa. 

Efek bila jumlahnya hormon oksitosin tidak normal 

Hormon cinta ini akan dilepaskan saat badan memperoleh stimulus alias rangsangan. Misalnya, kontraksi otot rahim waktu persalinan akan merangsang produksi oksitosin. Hormon ini lalu tingkatkan frekwensi serta intensitas kontraksi otot rahim hingga memudahkan persalinan. Proses sama juga berlangsung waktu Anda berhubungan dengan pasangan. 

Tetapi, jumlahnya hormon oksitosin yang tidak seimbang dapat memunculkan permasalahan kesehatan. Jumlahnya hormon oksitosin yang begitu tinggi bisa menyebabkan prostat tumbuh jadi membesar serta membengkak. Walau jinak serta tidak beresiko, prostat yang jadi membesar ini bisa membuat lelaki susah buang air kecil. 

Selain itu, hormon oksitosin yang begitu rendah akan menghalangi refleks pengeluaran ASI pada payudara serta diduga terkait dengan timbulnya tanda-tanda stres. Jalinan pada oksitosin serta tanda-tanda stres sedikit dibuktikan dalam riset. Jadi, penemuan ini masih tetap memerlukan semakin banyak riset simpatisan. 

Oksitosin ialah unsur biologis yang penting untuk mengawasi hangatnya jalinan asmara, tetapi hormon cinta bukan hanya satu penentu keselarasan jalinan Anda dengan pasangan. Ada sangat banyak unsur yang bisa memengaruhinya, serta beberapa faktor ini dapat berlainan pada tiap-tiap pasangan. 

Komunikasi yang baik serta efisien masih menggenggam fungsi penting untuk mengawasi jalinan Anda masih serasi. Bangunlah jalinan yang sehat dengan sama-sama memberi perhatian serta perasaan menghormati pada keduanya. Tangani konflik-konflik yang berlangsung dengan baik supaya tidak berlarut-larut. Katakan juga perasaan terima kasih Anda pada pasangan atas beberapa perihal positif yang dia beri.

Bagaimana Hormon Oksitosin Mempengaruhi Hubungan Asmara