Panduan Mengobati Demam Rematik


Demam rematik ialah peradangan yang ada karena komplikasi infeksi bakteri, terutamanya bakteri streptokokus. Tanpa ada penyembuhan yang benar, demam rematik bahkan juga bisa mengakibatkan kehancuran jantung. Lalu, apa pilihan penyembuhan penyakit ini? 

Pilihan penyembuhan demam rematik Penyakit ini umum menerpa beberapa anak serta remaja. Umumnya, penyembuhan demam rematik yang diberi akan berlainan tiap orang, bergantung pada keparahan gejalanya. 

Biasanya, pemberian obat dikerjakan untuk membunuh bakteri, menurunkan tanda-tanda, menyembuhkan peradangan, dan menahan kambuhnya penyakit. 

Beberapa macam obat yang biasa diberi untuk menangani demam rematik, diantaranya: 

1. Antibiotik 

Oleh sebab penyakit ini adalah infeksi bakteri, antibiotik sering jadikan pilihan penyembuhan demam rematik. 

Antibiotik yang dipakai untuk menyembuhkan penyakit demam rematik biasanya datang dari kelompok penisilin. Maksudnya adalah untuk memberantas bekas bakteri streptokokus yang ada di badan. 

Pasien butuh konsumsi antibiotik sepanjang 5 sampai 10 tahun, tergantung pada umur serta ada tidaknya masalah pada jantung. Bila terjadi peradangan pada jantung, diperlukan waktu yang lebih lama mengobatinya. 

Lamanya waktu pemberian obat ini bukan tanpa ada fakta. Ini dikerjakan untuk menahan kambuhnya penyakit. 

Bekas bakteri yang ada pada tubuh bisa mengakibatkan penyakit ada kembali serta tingkatkan efek kehancuran jantung permanen. 

2. Obat antiradang 

Obat-obatan antiradang jadi penyembuhan rematik diberi untuk menangani demam, ngilu, dan tanda-tanda kronis yang lain. 

Type obat yang dipakai ialah obat-obatan antiradang yang umum dipakai, seperti naproxen serta aspirin. 

Butuh diingat jika aspirin tidak bisa diserahkan kepada anak berumur dibawah 16 tahun terkecuali atas pertimbangan dokter. 

Obat ini bisa tingkatkan efek sindrom Reye yang memunculkan kehancuran pada hati serta otak. 

Bila keadaan pasien tidak lebih baik sesudah diberi aspirin atau naproxen, ini dapat mengisyaratkan terdapatnya peradangan pada jantung. Dokter akan merekomendasikan type obat yang lebih kuat seperti kortikosteroid. 

Penyembuhan demam rematik dengan kortikosteroid harus dikerjakan dengan bijak. Walau cukup efisien, ada peluang tanda-tanda penyakit akan ada kembali demikian pasien berhenti konsumsi obat. 

Obat ini pun tidak bisa kurangi efek komplikasi pada jantung dengan relevan. 

3. Obat antikonvulsan 

Tidak hanya demam, pembengkakan sendi, dan timbulnya ruam pada kulit, pasien demam rematik umumnya alami tanda-tanda yang dimaksud chorea. 

Keadaan ini diikuti dengan pergerakan tidak teratasi di wajah, bahu, serta anggota gerak. 

Pemberian obat antikonvulsan mempunyai tujuan untuk kembalikan peranan sel saraf untuk menahan kejang serta pergerakan tidak teratasi. 

Antikonvulsan yang dipakai untuk penyembuhan demam rematik salah satunya valproic acid, carbamazepine, haloperidol, serta risperidone. 

Supaya penyembuhan demam rematik berjalan sukses, dokter akan merekomendasikan pasien untuk banyak beristirahat selama saat munculnya tanda-tanda. 

Ini penting supaya badan pasien segera sembuh dari tanda-tanda kronis serta dengan perlahan-lahan dapat melakukan aktivitas kembali. 

Bersamaan penyembuhan, pasien penyakit demam rematik butuh jalani kontrol jantung teratur. Tanyakan hasilnya dengan dokter Anda untuk tahu terdapatnya efek kehancuran jantung. 

Masalahnya kehancuran jantung karena penyakit ini mungkin tidak memunculkan tanda-tanda sepanjang sekian tahun.

Panduan Mengobati Demam Rematik